Bola Masuk ke Kertas

Uncategories Comment( 0)

Seorang pemain profesional bertanding dalam sebuah turnamen golf. Ia
baru saja membuat pukulan yang bagus sekali yang jatuh di dekat lapangan
hijau. Ketika ia berjalan di fairway, ia mendapati bolanya masuk ke
dalam sebuah kantong kertas pembungkus makanan yang mungkin dibuang
sembarangan oleh salah seorang penonton. Bagaimana ia bisa memukul bola
itu dengan baik?



Sesuai dengan peraturan turnamen, jika ia mengeluarkan bola dari kantong
kertas itu, ia terkena pukulan hukuman. Tetapi kalau ia memukul bola
bersama-sama dengan kantong kertas itu, ia tidak akan bisa memukul
dengan baik. Salah-salah, ia mendapatkan skor yang lebih buruk lagi. Apa
yang harus dilakukannya?



Banyak pemain mengalami hal serupa. Hampir seluruhnya memilih untuk
mengeluarkan bola dari kantong kertas itu dan menerima hukuman. Setelah
itu mereka bekerja keras sampai ke akhir turnamen untuk menutup hukuman
tadi.



Hanya sedikit, bahkan mungkin hampir tidak ada, pemain yang memukul bola
bersama kantong kertas itu. Resikonya terlalu besar. Namun, pemain
profesional kita kali ini tidak memilih satu di antara dua kemungkinan
itu.



Tiba-tiba ia merogoh sesuatu dari saku celananya dan mengeluarkan
sekotak korek api. Lalu ia menyalakan satu batang korek api dan membakar
kantong kertas itu. Ketika kantong kertas itu habis terbakar, ia
memilih tongkat yang tepat, membidik sejenak, mengayunkan tongkat, wus,
bola terpukul dan jatuh persis ke dalam lobang di lapangan hijau. Bravo!
Dia tidak terkena hukuman dan tetap bisa mempertahankan posisinya.



Smiley...! Ada orang yang menganggap kesulitan sebagai hukuman, dan
memilih untuk menerima hukuman itu. Ada yang mengambil resiko untuk
melakukan kesalahan bersama kesulitan itu. Namun, sedikit sekali yang
bisa berpikir kreatif untuk menghilangkan kesulitan itu dan menggapai
kemenangan.



How good we are could find out the best of us in solving problem,
especially during under pressure ??

Read more..

KIsah Kera dan Angin

Renungan Comment( 1)

Seekor kera sedang duduk di batang sebuah
pohon. Tanpa sadar ia sedang diintip oleh Angin Topan, Tornado dan
Puting Beliung. Tiga angin itu rupanya sedang membicarakan siapa yang
bisa paling cepat menjatuhkan kera dari pohon.Angin Topan berkata - dia
cuma perlu waktu 45 detik. Angin Tornado dengan yakin mengatakan 30
detik dan si Puting Beliung dengan tersenyum mengatakan bahwa ia hanya
perlu waktu 15 detik untuk membuat kera itu jatuh.

Akhirnya
ketiga angin itu memulai aksinya, angin Topan memulai dan ia meniup
sekencang-kencangnya, Wuuusss…Merasa ada angin kencang yang datang, si
kera langsung memegang erat batang pohon. Beberapa menit ditunggu,
ternyata si kera tak kunjung jatuh dan angin Topan pun nyerah.

Sekarang
tiba giliran Angin Tornado. Wuuusss… Wuuusss… Dia meniup
sekencang-kencengnya. Tapi si kera tetap belum jatuh juga. Sama seperti
angin Topan, angin Tornado pun menyerah

Terakhir, giliran si
Angin Puting Beliung. Dia meniup lebih kencang lagi …..Wuuuss… Wuuuss…
Wuuuss… Tetapi, alih-alih goyah, si kera malah semakin erat berpegang
pada batang pohon. Berkali-kali ia mencoba meniup lebih kencang lagi,
tetapi tetap saja si kera itu tidak jatuh, daya tahannya ternyata luar
biasa.

Tak lama kemudian datanglah angin Sepoi-Sepoi. Ia rupanya
juga ingin ikut bertaruh menjatuhkan si kera tersebut, tetapi
keinginannya ditertawakan oleh ketiga angin yang lain. Mereka mengejek
dan mengatakan bahwa angin dengan kekuatan besar saja tidak berhasil
menjatuhkan si kera dari pohon apalagi angin sepoi-sepoi yang tidak ada
kekuatannya.

Si angin Sepoi-Sepoi tetap ingin ikut bertanding dan
tanpa banyak bicara ia langsung meniup ubun-ubun si
kera….pssss…..pssss. Si kera merasa nyaman, matanya mulai tertutup
pelan-pelan, akhirnya dia tertidur. Kejadian selanjutnya sudah dapat
dibayangkan… karena dia tertidur, pegangannya pada batang pohon mulai
melemah dan akhirnya jatuhlah ia dari pucuk pohon.

Kejadian
diatas seringkali terjadi dalam kehidupan. Banyak contoh yang kila lihat
dimana orang bisa terjatuh bukan saat diuji dengan KESUSAHAN…dicoba
dengan PENDERITAAN…..didera MALAPETAKA, tetapi karena TERLENA DENGAN
KENIKMATAN, KESENANGAN, KELIMPAHAN……

Read more..

Hiduplah sederhana

Tips Comment( 1)

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke
dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia
mendapatkan pekerjaan tersebut.
* Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara
kebiasaan yang baik.

Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang
yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain
memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih
mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari
setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil
ditarik/diambil kerja di tempatnya.
* Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya
inisiatif sedikit saja.

Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.”
Ibu menjawab: “Mengapa?”
Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.”
* Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak
marah-marah.

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.
Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu
tetap akan tumbuh dengan subur.”
Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang
membina anakku.”
* Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin
bekerja.

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke
dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?”
Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.”
Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.”
Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi.”
Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari
dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana.”
* Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan
segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan
meloncat-loncat.

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir
jalan:
“Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.”
Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.”
Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan
menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
* Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari
kemalasan saja.

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan
dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan
gembira.
Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?”
Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”
* Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah
dan memiliki secukupnya saja

Read more..

A-Z for u motivated

Renungan Comment( 0)

Bismillah
saya cukup termotivasi darii bacaan ini di salah satu blog teman saya .
semoga kalian juga ya, kawan ??


A for Accept :Terimalah diri anda sebagaimana adanya.
B for Believe :P ercayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginkan dalam hidup.
C for Care :P edulilah pada kemampuan anda meraih apa yang anda inginkan dalam hidup.
D for Direct :Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri.
E for Earn :Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik.
F for Face :Hadapi masalah dengan benar dan yakin.
G for Go :Berangkatlah dari kebenaran.
H for Homework :Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi.
I for Ignore :Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan anda mencapai tujuan.
J for Jealously :Rasa iri dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan anda sendiri.
K for Keep :Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal.
L for Learn :Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya.
M for Mind :P erhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain.
N for Never :Jangan terlibat skandal seks, obat terlarang, dan alkohol.
O for Observe :Amatilah segala hal di sekeliling anda. Perhatikan, dengarkan, dan belajar dari orang lain.
P for Patience :Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat anda terus berusaha.
Q for Question :P ertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar dan menambah ilmu.
R for Respect :Hargai diri sendiri dan juga orang lain.
S for Self :Self confidence, self esteem, self respect.Percaya diri, harga diri, citra diri, penghormatan diri akan membebaskan kita dari saat-saat tegang.
T for Take :Bertanggung jawab pada setiap tindakan anda.
U for Understand:Pahami bahwa hidup itu naik turun, namun tak ada yang dapat mengalahkan anda.
V for Value :Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yang terbaik.
W for Work :Bekerja dengan giat, jangan lupa berdo’a.
X for Xtra :Usaha lebih keras membawa keberhasilan.
Y for You :Anda dapat membuat suatu yang berbeda
Z for Zero :Usaha nol membawa hasil nol pula.

memotivasi diri sendiri,

Read more..

Yang Jauh Dinanti Yang Datang Ditepis

Renungan Comment( 4)

Akhlaq bagus, berpendidikan tinggi, wawasan luas, berwajah tampan pula. Belum lagi didukung dengan kemapanan ekonomi yang bisa terlihat dari kendaraan dan rumah pribadinya. Meski demikian, kerendahan hatinya yang begitu menonjol menjadikannya begitu bersahaja. Tidak sombong dan justru sangat dermawan, dekat dengan segala golongan tidak memandang status dan membeda-bedakan orang berdasarkan kelas-kelas ekonomi. Terakhir yang tidak kalah pentingnya, mampu menunjukkan bakat kepemimpinan yang mumpuni. Bermimpikah bila ada gadis muslimah yang mendambakan seorang pendamping dengan kriteria diatas? Atau bolehkah memimpikannya?

Tentu saja, setiap orang -laki-laki maupun wanita- berhak menentukan kriteria orang yang akan dijadikan calon pendampingnya kelak. Karena, seperti yang dicita-citakan hampir semua wanita, cukup satu kali menikah untuk seumur hidup meski terkadang ada sebagian yang harus menerima kenyataan menikah untuk kesekian kalinya karena alasan-alasan tertentu. Terlebih bagi mereka yang memang diberikan kemurahan-Nya memiliki kualitas lebih dari yang lain, entah karena paras cantiknya, jenjang pendidikan, tingkat kemapanan ekonomi, lingkungan dan pergaulan, atau karena kelebihan-kelebihan lainnya, mereka yang dengan berbagai kelebihan yang dimiliki itu tentu saja lebih merasa berhak untuk mematok kriteria tinggi untuk seorang calon pendamping. Setidaknya, pikir mereka, “peluangnya lebih besar” meski harus disadari bahwa segala sesuatu yang bakal berlaku dalam hidup ini, tentu saja Allah penentu akhirnya.
Cantik, masih muda (dibawah 23 tahun atau masih berstatus mahasiswi), bukan hal aneh jika dikala ini masih cenderung membanding-bandingkan satu dengan yang lainnya untuk kemudian menentukan yang lebih baik. Bahkan bukan tidak mungkin masih menantikan hadirnya calon lain disamping yang sedang dibandingkannya. “Siapa tahu, yang datang kemudian lebih oke” pikirnya.

Diusia seperti, ini idealisme seorang masih sangat tinggi sehingga, tidaklah heran jika ada orang yang membuat ‘joke’, salah satu kesibukan mereka adalah “sibuk nolak” terlebih terhadap laki-laki yang memang dianggap bukan kelasnya. Padahal yang ditolak itu sebenarnya juga “nggak rendah-rendah amat kualitasnya”, mungkin hanya kurang menarik, atau karena belum mempunyai pekerjaan mapan. Ada juga, alasan-alasan yang tidak masuk akal semisal perbedaan suku. Namun sudah pasti, ini tidak berlaku umum, karena buktinya, banyak juga mereka yang menikah diusia ini dengan menafikan hal-hal seperti wajah atau kemapanan ekonomi.

Sedikit diatas mereka (usia sekitar 25 tahun), baik mereka yang melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi atau sebagian yang lain yang sudah mendapatkan pekerjaan, mungkin saja kondisi tersebut mempertinggi ‘daya tawar’ mereka, namun justru pada usia ini pola pikir mereka tentang masa depan sudah mulai terbentuk dan punya arah yang lebih jelas. Pandangannya tentang calon pendamping tidak mutlak pada sisi fisiologis (tampan, berduit). Kalaupun ada pandangan ke arah tersebut, kadarnya pun tidak terlalu tinggi, setidaknya mereka juga lebih objektif mengukur dengan kualitas diri untuk disesuaikan dengan kriteria calon yang diharapkan.

Lain halnya dengan mereka yang sudah mendekati ‘kepala tiga’. Meski tidak bisa dipukul rata, namun tidak sedikit yang ‘banting harga’ di usia ini. Mereka yang ketika masih menjadi mahasiswi atau usia tidak lebih dari seperempat abad seringkali menampik kesempatan, menepis yang datang karena tingginya ‘idealisme’ dan patokan kriteria yang ditancapkan, mulai menurunkan kriteria calon, “Asal baik, sholatnya bener okelah”. Bahkan diusia kepala tiga, ada saja yang lebih gila-gilaan soal jodoh yang bisa terlihat dari ungkapan-ungkapan seperti, “asal ada yang mau”, “nunggu yang sholeh bener nggak datang-datang, yang ada ini juga bolehlah,” atau yang lebih ekstrim, “syukur ada yang mau”.

Patutlah menaruh hormat kepada para muslimah yang diusia kepala tiga atau lebih, tetap konsisten dengan mematok standar yang cukup realitis, Akhlak bagus (shaleh), jujur, amanah dan bertanggungjawab, berpenghasilan, serta memiliki jiwa pemimpin. Mereka tetap yakin bahwa Allah, dengan kerahasiaan-Nya sudah mengatur segala hal yang berkenaan dengan dirinya. Dengan tetap berkeyakinan seperti itu, kepercayaan dirinya mampu mengalahkan keresahan dan kegalauan yang terkadang muncul, “Hanya soal waktu, disinilah diuji kesabaran”, “Mungkin Allah mentakdirkan untuk lebih lama hidup sendiri” hiburnya. Ada pula wanita-wanita yang karena alasan tertentu sengaja menunda pernikahan. Mereka tidak pernah menyesal terlambat menikah, atau menyesal telah menepis sekian banyak pemuda baik-baik yang datang kepadanya. Mereka, tetap tegar menatap hidup merengkuh masa depan yang menanti.

Namun bagi yang ‘masih muda dan belum terlambat’, tiada salahnya juga untuk tidak segera menepis datangnya calon pendamping hanya karena kriterianya sedikit dibawah standar, karena siapa tahu -Maha Suci Allah dengan segala kerahasiaan-Nya- dialah yang sengaja dikirimkan Allah untuk anda. Karena juga belum tentu, pujaan hati dengan label tinggi yang selama ini dinanti segera datang, bahkan bisa jadi masih jauh. Who knows? Wallahu a’lam bishshowaab

Read more..
design by Natty WP